Jayapura — Dosen STIE Port Numbay, Agus Sunaryo, SE., M.Si, menjadi presenter dalam The 1st International Conference on Islamic Economics–Eastern Indonesia (ICIEast 2026) di IAIN Fattahul Muluk Papua, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Fattahul Muluk Papua.
Dalam konferensi tersebut, Agus Sunaryo mempresentasikan materi berjudul “Strengthening Islamic Financial Inclusion for Sustainable Economic Development in Eastern Indonesia”. Materi ini membahas penguatan inklusi keuangan Islam untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia Timur.
Melalui materi presentasinya, Agus menyoroti sejumlah hambatan dalam memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan Islam. Hambatan tersebut meliputi kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, tingkat pemahaman masyarakat, serta ketersediaan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha lokal.


Jarak dan kondisi kepulauan menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjangkau layanan keuangan. Di sisi lain, pemerataan jaringan dan fasilitas perlu berjalan bersama edukasi mengenai produk, akad, manfaat, serta risiko layanan keuangan Islam.
Dalam konteks Papua, materi tersebut mengangkat contoh kebutuhan pembiayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perikanan. Akses permodalan dapat membantu pelaku usaha membeli peralatan dan mengembangkan kegiatan usaha. Namun, pembiayaan juga perlu disertai edukasi dan pendampingan agar pelaku usaha menggunakan modal secara produktif.
Agus turut mengangkat pemanfaatan platform digital untuk mendukung pembayaran, tabungan, penyediaan informasi, serta akses pembiayaan dan investasi. Pendekatan ini perlu menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

Keikutsertaan Agus Sunaryo sebagai narasumber membawa pembahasan mengenai kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia Timur ke forum akademik internasional. Partisipasi tersebut juga menjadi bagian dari keterlibatan dosen STIE Port Numbay Jayapura dalam diskusi pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan inklusi keuangan Islam.
