Jayapura – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura menggelar Pembekalan Peserta Magang Tahun Akademik 2026/2027, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum mengikuti Magang Reguler, Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan KKN Berdampak.
Pembekalan mengusung tema “Membangun Kompetensi, Profesionalisme dan Etika Kerja Mahasiswa Menuju Dunia Kerja yang Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing.” Tema tersebut menegaskan komitmen STIE Port Numbay Jayapura dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi praktis, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta etika kerja.
Berdasarkan agenda kegiatan, pembekalan diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, Ekonomi Pembangunan, serta Keuangan dan Perbankan. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore dan ditutup dengan pelepasan peserta magang serta pembagian atribut.


Dalam laporannya, Ketua Panitia Agus Sunaryo, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa program magang dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki visi untuk memperkuat pembelajaran melalui pengalaman nyata, pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi dan kerja sama, serta pembentukan etika kerja mahasiswa. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi dan tuntutan yang ditemukan di lapangan.
Program tahun 2026 terbagi dalam tiga skema. Magang Reguler dilaksanakan selama satu bulan, Magang MBKM selama enam bulan, sedangkan KKN Berdampak dilaksanakan selama dua bulan. Secara keseluruhan, mahasiswa yang mengikuti program tersebut berjumlah 72 orang, dengan pelaksanaan yang mulai berlangsung pada Agustus 2026.

Agus Sunaryo, S.E., M.Si

Agus Sunaryo menjelaskan bahwa tujuan utama program magang adalah meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengenal sistem dan budaya kerja, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun kerja sama, serta memahami tanggung jawab dan etika dalam lingkungan profesional.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki pengetahuan teoritis. Mereka perlu memperoleh pengalaman langsung agar memahami bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan dalam dunia praktik. Melalui magang, MBKM, dan KKN Berdampak, mahasiswa diharapkan semakin kompeten, profesional, mampu bekerja sama, dan memiliki etika kerja yang baik,” ujar Agus.
Dalam sambutannya, Ketua STIE Port Numbay Jayapura, Dr. Dani Melmambessy, S.E., M.Si, menegaskan bahwa pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa memasuki lingkungan kerja. Dunia kerja memiliki karakter dan tuntutan yang berbeda dengan proses pembelajaran di ruang kuliah. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan mental profesional.

Dr. Dani Melmambessy, S.E., M.Si.

Ia menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa selama mengikuti magang tidak hanya dinilai dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Sikap disiplin, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kejujuran, kesopanan, serta kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dari kompetensi profesional.
“Gunakan kesempatan magang ini untuk belajar sebanyak mungkin. Tunjukkan bahwa mahasiswa STIE Port Numbay mampu bekerja dengan baik, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki etika. Saudara tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik STIE Port Numbay Jayapura di setiap tempat pelaksanaan magang,” pesannya.


Dr. Dani juga mendorong mahasiswa agar tidak bersikap pasif selama berada di tempat magang. Mahasiswa perlu aktif mempelajari proses kerja, membangun komunikasi dengan pimpinan dan pegawai, menerima arahan, serta berani memberikan gagasan ketika memperoleh kesempatan.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting karena perubahan kebutuhan dunia kerja berlangsung cepat. Lulusan perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan akademik yang didukung keterampilan praktis, penguasaan teknologi, komunikasi, kreativitas, inovasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah.
“Jadikan tempat magang sebagai ruang belajar. Bangun pengalaman dan jejaring. Pelajari hal-hal yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika saudara menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja,” tambahnya.


Pembekalan juga menghadirkan sejumlah materi yang dirancang untuk mendukung kesiapan mahasiswa. Berdasarkan rundown kegiatan, Materi I tentang Pengelolaan Administrasi Umum disampaikan oleh Dr. Drs. Melmambessy Moses, MM Selanjutnya, Materi II tentang Etika dan Komunikasi Kerja disampaikan oleh Yuniar Sri Hartati, S.E., M.Si.
Mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai penyusunan laporan. Victor Pasalbessy, S.E., M.E memberikan materi mengenai format penulisan laporan individu mahasiswa magang. Sementara itu, Dr. Wa Ariadi, S.E., M.Si memberikan materi mengenai format penulisan laporan individu dan KKN Tematik. Rangkaian pembekalan dilanjutkan dengan pembagian instruktur, penutupan sekaligus pelepasan peserta magang, serta pembagian atribut.


Materi tersebut diharapkan memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa mengenai hal-hal yang akan dihadapi selama berada di tempat magang. Pembekalan etika dan komunikasi kerja secara khusus menjadi penting karena mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan pimpinan, pegawai, mitra kerja, dan masyarakat.
Pelaksanaan Magang Reguler, Magang MBKM, dan KKN Berdampak menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan kampus dengan dunia kerja dan masyarakat. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kemampuan akademik melalui situasi nyata sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.
Magang Reguler selama satu bulan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan dan mekanisme kerja secara langsung. Magang MBKM selama enam bulan memberikan ruang pembelajaran yang lebih panjang sehingga mahasiswa dapat terlibat lebih intensif dalam aktivitas organisasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidangnya.
Sementara itu, KKN Berdampak selama dua bulan mengarahkan mahasiswa untuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, bekerja sama dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta memberikan kontribusi yang relevan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

Melalui ketiga skema tersebut, STIE Port Numbay Jayapura terus memperkuat kolaborasi dengan instansi pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Dengan pelaksanaan pembekalan ini, 72 mahasiswa peserta program tahun 2026 diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum menjalani proses pembelajaran di lapangan. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga menunjukkan kompetensi, profesionalisme, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta etika kerja.
Melalui tema “Membangun Kompetensi, Profesionalisme dan Etika Kerja Mahasiswa Menuju Dunia Kerja yang Adaptif, Inovatif dan Berdaya Saing,” STIE Port Numbay Jayapura menegaskan arah pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai lulusan yang kompeten, profesional, inovatif, berintegritas, dan siap menghadapi persaingan dunia kerja.