Jayapura — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Suriel Semuel Mofu, menegaskan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura merupakan salah satu perguruan tinggi swasta di Tanah Papua yang memperoleh dukungan kuat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, baik dalam penguatan sumber daya manusia, peningkatan mutu akademik, maupun pengembangan kelembagaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Suriel dalam rangkaian kegiatan Halalbihalal 1447 Hijriah di Kampus STIE Port Numbay Jayapura, Jumat (24/4/2026), yang juga dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Akreditasi Unggul Program Studi Magister Manajemen, penyerahan surat keputusan jabatan fungsional dosen, serta peluncuran Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Program Sarjana.

Menurut Suriel, salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap STIE Port Numbay terlihat dari keberadaan dosen aparatur sipil negara (ASN) yang dipekerjakan oleh kementerian di lingkungan kampus tersebut, sebuah dukungan strategis yang tidak dimiliki seluruh perguruan tinggi swasta.
“Tidak semua perguruan tinggi memiliki dosen PNS yang dipekerjakan kementerian. Kehadiran dosen-dosen tersebut menunjukkan bahwa STIE Port Numbay mendapatkan perhatian dan dukungan yang kuat dalam pengembangan mutu akademik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan yang berlangsung di STIE Port Numbay juga tercermin dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, ditandai dengan bertambahnya dosen bersertifikasi, peningkatan jabatan akademik mulai dari asisten ahli, lektor, hingga lektor kepala, serta keberadaan tiga profesor yang dinilai menjadi indikator kemajuan akademik yang signifikan.
Menurutnya, peningkatan kualitas dosen memiliki hubungan erat dengan capaian akreditasi unggul yang berhasil diraih Program Studi Magister Manajemen.
“Capaian akreditasi unggul ini tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang terus bertumbuh. Ini menunjukkan adanya korelasi antara penguatan akademik dan mutu institusi,” tegasnya.
Suriel menekankan bahwa akreditasi unggul yang diterima STIE Port Numbay memiliki makna strategis, karena menjadi Program Studi Magister Manajemen pertama di Tanah Papua yang berhasil meraih predikat unggul.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai tonggak sejarah baru bagi pendidikan tinggi swasta di wilayah Papua.
“Ini merupakan rekor baru dan kebanggaan bersama. STIE Port Numbay membuktikan mampu mengelola serta mengoptimalkan sumber daya yang diberikan kementerian untuk menghasilkan mutu yang terukur,” katanya.
Selain dukungan terhadap dosen, Suriel juga menyoroti kontribusi berbagai program beasiswa bagi mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Dalam pandangannya, perkembangan STIE Port Numbay dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif, terutama dari aspek tata kelola, kesinambungan kepemimpinan, dan transformasi kelembagaan.
“Terlihat ada kesinambungan kepemimpinan yang baik. Itu yang membuat transformasi institusi berjalan dan menghasilkan peningkatan kualitas yang signifikan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan surat keputusan jabatan fungsional kepada sejumlah dosen yang terdiri atas tiga lektor dan dua lektor kepala. Bagi Suriel, capaian ini memperkuat fondasi akademik institusi dalam mendorong budaya mutu secara berkelanjutan.
Suriel juga memberikan apresiasi atas pembukaan Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan yang dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan dinamika pasar kerja, khususnya di sektor ekonomi dan jasa keuangan.
“Program studi ini sangat strategis dan berpotensi memberi kontribusi nyata bagi pembangunan di Tanah Papua, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi dan keuangan,” ujarnya.
Ia menilai kekuatan utama STIE Port Numbay terletak pada fokus keilmuan di bidang ekonomi, manajemen, keuangan, dan perbankan. Fokus tersebut, menurutnya, perlu terus diperkuat sebagai keunggulan institusional.
Meski demikian, Suriel mendorong agar STIE Port Numbay tidak berhenti pada capaian saat ini. Ia menekankan pentingnya langkah transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menuju institut atau universitas guna memperluas mandat akademik dan membuka peluang pengembangan program studi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Sudah saatnya naik kelas. Dengan capaian yang dimiliki saat ini, STIE Port Numbay perlu menyiapkan transformasi bentuk kelembagaan agar daya saing institusi semakin kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa STIE Port Numbay saat ini menempati posisi ketiga dari 78 perguruan tinggi swasta di Tanah Papua yang memiliki program studi berakreditasi unggul. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting menuju akreditasi unggul pada tingkat institusi.
“Ini langkah awal yang sangat baik. Ke depan, kita berharap STIE Port Numbay tidak hanya memiliki program studi unggul, tetapi juga menjadi pelopor perguruan tinggi pertama di Papua yang meraih akreditasi unggul secara institusi,” katanya.
Menurut Suriel, hingga saat ini belum ada perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Provinsi Papua, yang memperoleh akreditasi unggul institusi. Karena itu, ia berharap STIE Port Numbay dapat mengambil peran strategis sebagai pionir dalam pencapaian tersebut.
Melalui berbagai capaian ini, STIE Port Numbay Jayapura dinilai semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang bertumbuh progresif, adaptif terhadap perubahan, serta konsisten membangun budaya mutu menuju institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing nasional.